Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar

Gambar
Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar Di bawah langit Timor yang membentang luas di tahun 2026, udara sejuk khas perbukitan menyapa kulit. Di sebuah sudut asri di Timor Tengah Selatan, dua bersaudara, Kono Bait Oematan dan Janwar Neno Oematan, berlari riang menuju sumber air. Bagi mereka, kali bukanlah sekadar tempat bermain, melainkan ruang kelas terbuka yang paling jujur.Hari itu, air kali mengalir begitu jernih, memantulkan bayangan dedaunan hijau yang rimbun. Kono, dengan langkah yang lebih mantap, memimpin sang adik menyusuri bebatuan licin. Mereka menelusuri tepian, mengamati bagaimana ikan-ikan kecil berenang melawan arus dan akar-akar pohon besar mencengkeram tanah dengan kuat. Alam mengajarkan mereka tentang kehidupan dan ketahanan."Lihat Janwar," bisik Kono sambil menunjuk ke arah air, "air ini selalu mengalir dan tidak pernah berhenti belajar mencari jalan. Begitu juga kita, harus terus belajar memahami lingkungan dan bersahabat de...

 


Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-79, Jemaat Yagar Sahaduta Bestaumuti melakukan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menanam 100 pohon Jeruk dihalaman Gereja Yagar Sahaduta Bestaumuti Dusun I Desa Tune, Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT. Penanaman pohon dipimpin secara langsung oleh Ketua Majelis Jemaat Nailopo Pdt. Gerry Indra. Reynold. Medah, S.Th. Kegiatan ini melibatkan 11 Rayon yang dikoordinir langsung oleh Badan Pengembangan Asset dan Pemberdayaan Ekonomi Jemaat, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi jemaat.

Arid E. P. Oematan Anggota BPA-PE Mata Jemaat Yagar Sahaduta Bestaumuti mengatakan Badan Pengembangan Asset dan Pemberdayaan Ekonomi, yaitu badan yang bertugas untuk meningkatkan, mengembangkan dan memanfaatkan asset-asset GMIT bagi kepentingan pelayanan, memfasilitasi jaringan pemasaran hasil produksi jemaat pada wilayah produksi, distribusi dan konsumsi, melakukan pemberdayaan ekonomi anggota jemaat melalui usaha ekonomi keluarga (home industry), penanaman jeruk merupakan tenaman yang mendukung ekonomi jemaat pada hari-hari mendatang.

 Hans Oematan Wakil Ketua Majelis Mata Jemaat Yagar Sahaduta Bestaumuti menyempaikan pesan : dengan Bertambah usia adalah sejarah dalam hidup. Kita akan begitu bahagia di saat hari itu akan tiba. Happy Birthday untukmu, itu adalah ucapan yang bermunculan dari setiap jemaat sehingga itu menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan. Tuhan memberkatimu.

Gad Idel Bonifius Olla disela-sela kegiatan tersebut mengatakan: Semoga Gereja ini terus menjadi tempat persekutuan yang mendalam, tempat dimana setiap jiwa dapat menemukan cahaya Iman. Kiranya gereja ini menjadi saksi hidup akan kasih-mu, memancarkan kebaikan dan damai sejahtera kepada dunia.

Ketua Majelis Jemaat Nailopo Pdt. Gerry Indra. Reynold. Medah, S.Th dalam Suara Gembala mengatakan Kita bersyukur kepada Roh Kudus yang telah melahirkan Gereja. Kita bersyukur kepada Roh Kudus yang telah memanggil kita untuk menjadi bagian dari umat Allah yang baru.

Kita diajak untuk terlibat merawat persekutuan, baik di Jemaat, Mata Jemaat, dan seluruh Rayon yang ada. Sebagaimana keteladanan Jemaat mula-mula yang menjadi cikal bakal lahirnya GMIT di masa lalu, mereka senantiasa bertekun dalam doa dan hidup sehati serta selalu bisa menjadi teladan bagi GMIT dalam merawat persekutuan kasih yang sejati itu.

Momentum HUT Gereja Yagar Sahaduta Bestaumuti ke 79 saat ini menjadi saat yang tepat bagi kita, seluruh warga GMIT untuk merenungkan dan menghayati cinta kasih, penyertaan. Ulang Tahun ke 79 ini menunjukan kepada kita bahwa seharusnya Iman dan Persekutuan Jemaat menjadi lebih dewasa.

Seluruh warga Jemaat Yagar Sahaduta Bestaumuti diajak untuk selalu mencintai GMIT dengan kesediaan merawat kebersamaan, Persekutuan dan mewujudkannya dalam kehidupan bergereja.

Selamat Ulang Tahun Jemaat Yagar Sahaduta Bestaumuti yang ke 79. Kiranya Persekutuan ini semakin Mandiri dan Menjadi Berkat bagi dunia. Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

 



























Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Lentera yang Tak Pernah Padam: Warisan Pendidikan dan Kemandirian Petronela Talan"

Pe'Ot ai Nu'an Ume Puinlam Kaenka

Setetes Harapan di Gelas Kehidupan