Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar

Gambar
Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar Di bawah langit Timor yang membentang luas di tahun 2026, udara sejuk khas perbukitan menyapa kulit. Di sebuah sudut asri di Timor Tengah Selatan, dua bersaudara, Kono Bait Oematan dan Janwar Neno Oematan, berlari riang menuju sumber air. Bagi mereka, kali bukanlah sekadar tempat bermain, melainkan ruang kelas terbuka yang paling jujur.Hari itu, air kali mengalir begitu jernih, memantulkan bayangan dedaunan hijau yang rimbun. Kono, dengan langkah yang lebih mantap, memimpin sang adik menyusuri bebatuan licin. Mereka menelusuri tepian, mengamati bagaimana ikan-ikan kecil berenang melawan arus dan akar-akar pohon besar mencengkeram tanah dengan kuat. Alam mengajarkan mereka tentang kehidupan dan ketahanan."Lihat Janwar," bisik Kono sambil menunjuk ke arah air, "air ini selalu mengalir dan tidak pernah berhenti belajar mencari jalan. Begitu juga kita, harus terus belajar memahami lingkungan dan bersahabat de...

HATSAMPAOT: Menenun Kemandirian, Memanen Kesejahteraan

 

Sejarah Singkat Pembentukan UBSP Hatsampaot

Awal Mula yang Sederhana
Perjalanan UBSP Hatsampaot (HP) dimulai dari sebuah diskusi hangat di rumah Bapak Arid E. P. Oematan yang terletak di Desa Tune, Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tepat pada tanggal 24 Oktober 2022, sebanyak 13 orang tokoh setempat berkumpul dengan semangat yang sama: membebaskan diri dari keterbatasan ekonomi melalui wadah koperasi yang mandiri.

Mereka yang menjadi saksi sejarah berdirinya kelompok ini adalah Harlenci Tampani, Semri Sonbai, Nofri Polly, Henderina Polly, Absalom Olla, Adolina Anin, Yosefat Oematan, Jefris Baun, Sinsen Fallo, Maksi Oematan, Derven Olla, Rince Polly, dan Sinsigus Olla. Dalam pertemuan perdana tersebut, disepakati struktur kepengurusan awal dengan Arid E. P. Oematan sebagai Ketua, Jefris Baun sebagai Sekretaris, dan Yorni Olla sebagai Bendahara.

Pertumbuhan dan Perkembangan
Sejak hari itu, Hatsampaot terus bertumbuh pesat. Dari sebuah kelompok kecil, kini anggotanya telah mencapai 124 orang, yang terdiri dari 65 laki-laki dan 59 perempuan. Kepercayaan masyarakat yang tinggi tercermin dari total modal yang berhasil dihimpun, yakni mencapai Rp131.793.000.

 Dampak bagi Anggota

Bukan sekadar simpan pinjam, UBSP Hatsampaot menjadi motor penggerak ekonomi di Desa Tune. Kelompok ini secara aktif mendorong anggotanya untuk:

·         Menanam tanaman umur panjang untuk investasi masa depan.

·         Mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber pendapatan utama.

·         Memulai usaha produktif melalui penggemukan ternak sapi (saat ini mengelola 3 ekor sapi).

Hingga saat ini, UBSP Hatsampaot tetap teguh pada komitmennya untuk membangun kemandirian ekonomi anggota, membuktikan bahwa dengan kebersamaan, kesejahteraan bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.

 Spirit Perjuangan

Kelompok ini memegang teguh semboyan: "Duduk Bersama Memecahkan Masalah dan Mencari Solusi. Petani Cerdas, Petani Bangkit dan Masyarakat Sejahtera."

Penulis Aron Mollo













Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Lentera yang Tak Pernah Padam: Warisan Pendidikan dan Kemandirian Petronela Talan"

Pe'Ot ai Nu'an Ume Puinlam Kaenka

Setetes Harapan di Gelas Kehidupan