HATSAMPAOT: Menenun Kemandirian, Memanen Kesejahteraan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Awal Mula yang Sederhana
Perjalanan UBSP Hatsampaot (HP) dimulai dari sebuah diskusi hangat di
rumah Bapak Arid E. P. Oematan yang terletak di Desa Tune,
Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tepat pada tanggal 24
Oktober 2022, sebanyak 13 orang tokoh setempat berkumpul dengan semangat
yang sama: membebaskan diri dari keterbatasan ekonomi melalui wadah koperasi
yang mandiri.
Mereka yang menjadi saksi sejarah berdirinya kelompok ini adalah Harlenci Tampani, Semri Sonbai, Nofri Polly, Henderina Polly, Absalom Olla, Adolina Anin, Yosefat Oematan, Jefris Baun, Sinsen Fallo, Maksi Oematan, Derven Olla, Rince Polly, dan Sinsigus Olla. Dalam pertemuan perdana tersebut, disepakati struktur kepengurusan awal dengan Arid E. P. Oematan sebagai Ketua, Jefris Baun sebagai Sekretaris, dan Yorni Olla sebagai Bendahara.
Pertumbuhan dan Perkembangan
Sejak hari itu, Hatsampaot terus bertumbuh pesat. Dari sebuah kelompok kecil,
kini anggotanya telah mencapai 124 orang, yang terdiri dari 65
laki-laki dan 59 perempuan. Kepercayaan masyarakat yang tinggi tercermin dari
total modal yang berhasil dihimpun, yakni mencapai Rp131.793.000.
Bukan sekadar simpan pinjam, UBSP Hatsampaot menjadi motor penggerak ekonomi di
Desa Tune. Kelompok ini secara aktif mendorong anggotanya untuk:
·
Menanam tanaman umur panjang untuk investasi masa depan.
·
Mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber pendapatan
utama.
·
Memulai usaha produktif melalui penggemukan ternak sapi (saat
ini mengelola 3 ekor sapi).
Hingga saat ini, UBSP Hatsampaot tetap teguh pada komitmennya untuk
membangun kemandirian ekonomi anggota, membuktikan bahwa dengan kebersamaan,
kesejahteraan bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.
Kelompok ini memegang teguh semboyan: "Duduk Bersama Memecahkan Masalah
dan Mencari Solusi. Petani Cerdas, Petani Bangkit dan Masyarakat
Sejahtera."
Penulis Aron Mollo
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


Komentar