Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar

Gambar
Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar Di bawah langit Timor yang membentang luas di tahun 2026, udara sejuk khas perbukitan menyapa kulit. Di sebuah sudut asri di Timor Tengah Selatan, dua bersaudara, Kono Bait Oematan dan Janwar Neno Oematan, berlari riang menuju sumber air. Bagi mereka, kali bukanlah sekadar tempat bermain, melainkan ruang kelas terbuka yang paling jujur.Hari itu, air kali mengalir begitu jernih, memantulkan bayangan dedaunan hijau yang rimbun. Kono, dengan langkah yang lebih mantap, memimpin sang adik menyusuri bebatuan licin. Mereka menelusuri tepian, mengamati bagaimana ikan-ikan kecil berenang melawan arus dan akar-akar pohon besar mencengkeram tanah dengan kuat. Alam mengajarkan mereka tentang kehidupan dan ketahanan."Lihat Janwar," bisik Kono sambil menunjuk ke arah air, "air ini selalu mengalir dan tidak pernah berhenti belajar mencari jalan. Begitu juga kita, harus terus belajar memahami lingkungan dan bersahabat de...

Semangat Baru dipelatatan Agung Bubneo

 


🔥Semangat Baru dari Pelataran Agung BUBNEO: Berhenti Menunggu, Mulai Menanam 🔥

Oleh: ARID OEMATAN 


🙏TUNE, TOBU – Di bawah langit Desa Tune, tepatnya di Pelataran Agung BUBNEO, sebuah babak baru sejarah pertanian Timor Tengah Selatan sedang ditulis. Sabtu, 14 Maret 2026, bukan sekadar perayaan doa panen biasa bagi 26 kepala keluarga yang mengelola hamparan 200 are tersebut. Hari itu adalah momentum "patahkah kebiasaan lama" untuk menjemput kemandirian. 🙏

Di sela-sela rasa syukur atas hasil bumi, Agus Baun selaku tokoh adat sekaligus pemilik lahan, duduk melingkar bersama tokoh-tokoh penggerak seperti Antonius Baun, Piter Banu, Yohan D. Olla, Menase Tefa, Matias Bay, Sipri Leltakaeb, hingga Nahor Anin. Mereka sepakat: setelah panen ini, tanah tidak boleh lagi dibiarkan tanpa rencana.

"Kita punya aset, kita punya tenaga. Jangan lagi tangan kita menengadah menunggu bantuan, tapi mari kita gunakan tangan ini untuk membelah tanah dan membuat perubahan," tegas mereka dalam diskusi tersebut.

Aksi nyata langsung disusun. Lahan 2 hektar tersebut akan disulap menjadi area terasering dan bedeng kontur. Bukan sekadar kebun, tapi sebuah Demplot (Demonstrasi Plot) percontohan hortikultura, bawang, dan sayur-sayuran. Tujuannya satu: membuktikan bahwa kemandirian pangan dimulai dari kemauan mengelola milik sendiri.

Langkah berani ini tidak sendirian. Arid Oematan bersama pendamping lapangan dari Yayasan Mitra Tani Mandiri akan hadir sebagai mentor profesional. Mereka siap mendampingi setiap jengkal proses, memastikan teknik bertani modern menyatu dengan semangat gotong royong warga.

Ini adalah panggilan bagi seluruh masyarakat: mari lupakan kebiasaan lama yang hanya berharap pada uluran tangan. Saatnya duduk bersama, memecahkan masalah, dan mengeksekusi solusi.

Petani Bangkit, Petani Mandiri, Petani Sukses! Dari Pelataran Agung BUBNEO, kita tunjukkan bahwa masyarakat Desa Tune mampu berdiri di atas kaki sendiri. 

#s


emuaorang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Lentera yang Tak Pernah Padam: Warisan Pendidikan dan Kemandirian Petronela Talan"

Pe'Ot ai Nu'an Ume Puinlam Kaenka

Setetes Harapan di Gelas Kehidupan