Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar

Gambar
Bisikan Air Kali: Pelajaran Alam untuk Kono dan Janwar Di bawah langit Timor yang membentang luas di tahun 2026, udara sejuk khas perbukitan menyapa kulit. Di sebuah sudut asri di Timor Tengah Selatan, dua bersaudara, Kono Bait Oematan dan Janwar Neno Oematan, berlari riang menuju sumber air. Bagi mereka, kali bukanlah sekadar tempat bermain, melainkan ruang kelas terbuka yang paling jujur.Hari itu, air kali mengalir begitu jernih, memantulkan bayangan dedaunan hijau yang rimbun. Kono, dengan langkah yang lebih mantap, memimpin sang adik menyusuri bebatuan licin. Mereka menelusuri tepian, mengamati bagaimana ikan-ikan kecil berenang melawan arus dan akar-akar pohon besar mencengkeram tanah dengan kuat. Alam mengajarkan mereka tentang kehidupan dan ketahanan."Lihat Janwar," bisik Kono sambil menunjuk ke arah air, "air ini selalu mengalir dan tidak pernah berhenti belajar mencari jalan. Begitu juga kita, harus terus belajar memahami lingkungan dan bersahabat de...

Kesaksian Tanah Suku Mamoh

 

THOMAS BALAN Credit Foto: Aron Mollo
Umur: 81 Tahun

Lahir dibestaumuti Bubneo, sekarang Desa Tune pada tanggal 15 Oktober 1940, beliau pernah menjabat pamong di Pemerintah Desa Tune karena masa tugas selesai maka ia diberhentiakan, dan kemudian ia diangkat kembali menjadi kepala dusun bestaumuti, setelah menjabat kepala dusun Fetor Nunbena Usif Noni Oematan menegaskan untuk kembali ke bonleu mengelola Tanah Warisan Marga Mamoh yang terletak di mnesat naek bonleu dekat noebesi.

Tahun 1963 terjadi sengketa tanah oleh keluarga besar mamoh dan dan keluarga Tefa dari Noepesu. Berikut ini sebuah kesaksian dari B. Elu Balan-BA yang di tulis pada saat umur beliau 55 Tahun demikian bunyinya:

Dengan ini menerangkan/memberikan kesaksian dengan sebenar-benarnya bahwa: pada tanggal 9 oktober 1962 diadakan pendaftaran tanah lewat pajak hasil bumi (PHB) di Fatumnasi bagi rakyat Desa Bonleu, tahun 1963 diadakan pengukuran tanah sawah dan ladang di desa bonleu Kecamatan Mollo Utara di Lokasi Bonleu sungai noebesi, Bidang Sawah milik keluarga mamoh yang terdiri dari sdr. : Thomas Balan, Matheos Mamoh, Junus Mamoh, Anderias Mamoh, Isak Mamoh Cs; Pendaftaran tanah ladang dan sawah ini pernah disengketakan antara Suku Mamoh (TTS) dan suku Tefa dari (TTU). Setelah diselesaikan oleh Tim dari Kabupaten Timor Tengah Selatan yang terdiri dari: Tim TTS:

1.    Drs.A.J Afoan

2.    Laisnema (Almarhum)

3.    D. Usefa-BA

4.    L. Oematan

5.    J. Mamoh Cs

6.    Ajad, Fallo, Nabu (Polri)

Tim dari TTU:

1.    G.A Kono (Camat Miomafo Barat)

2.    Hello (Polri)

3.    Kepala Desa Noepesu dan Kepala Desa Fatuneno

4.    Dsb

Hasil Keputusan:

Tanah Ladang dan sawah milik Suku Mamoh dikembalikan oleh orang Miomafo kepada Mamoh dengan surat Keputusan yang dipegang oleh sdr. Andrias Olla sampai sekarang (saat kesaksian ini ditulis). Tahun 1963 datanglah tim dari Kecamatan Mollo Utara yang terdiri dari bapak Laa dari Agraria Kecamatan, Bapak Bere Loe dari Polri dan Bapak Balan sebagai anggota Landreform Kabupaten Timor Tengah Selatan, Tim tersebut berdasarkan permohonan dari suku mamoh dengan tujuan survei serta melakukan pengukuran terhadap tanah ladang/sawah yang pernah disengketakan. Hal tersebut tidak dapat dilakukan karena dipertahankan oleh Sdr. Andrianus Olla (saat itu menjabat Kaur Desa Bonleu) dengan ketentuan:

a.    Tidak akan terjadi lagi perebutan lagi loeh Suku Mamoh sendiri dengan suku lain

b.    Sdr. Andrianus Olla menjamin pula bahwa tidak akan ada kecurangan atau monopoli oleh satu orang diantara Suku Mamoh sendiri.

c.    Sdr. Andrianus Olla jamin bahwa masing-masing (suku mamoh) mengerjakan bidang tanah ladang dan sawah masing-masing secara adil dan merata.

d.    Sdr. Andrianus Olla jamin pula bahwa tidak ada orang lain diluar suku mamoh yang turut mengerjakan tanah dan sawah milik suku mamoh.

Keterangan ini dibuat pada tanggal 1 Mei 1999 oleh B. Elu Balan- BA

(Arid Oematan)

Dokumen Kesaksian 1963


Surat Pendaftaran Tanah Tahun 1962











 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Lentera yang Tak Pernah Padam: Warisan Pendidikan dan Kemandirian Petronela Talan"

Pe'Ot ai Nu'an Ume Puinlam Kaenka

Setetes Harapan di Gelas Kehidupan